Bagaimana Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah

Sekolah Dasar Bina Talenta Bandung, adalah salah satu sekolah dasar swasta terbaik dan sekolah dasar terfavorit di Bandung, dimana pembelajaran menggunakan metode kelas kecil dimana satu kelas hanya 10 (sepuluh) orang, selain itupun ditunjungan fasilitas sekolah yang mumpuni dan juga guru-guru yang profesionalSekolah Dasar Bina Talenta berlokasi di Jalan Kembar Baru Utara No. 4 dengan nomor telepon 022-5208123.

Bagaimana cara Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) mulai dicari oleh banyak golongan, mulai dari guru, siswa, dan berbagai pihak yang berkepentingan dalam pendidikan. Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang diluncurkan oleh Menteri Nadiem Makarim baru-baru ini.

Nadiem Makarim mengungkapkan bahwa Kurikulum Merdeka ini sudah diuji coba di 2.500 sekolah penggerak dan akan mulai digunakan pada tahun ajaran 2022/2023 untuk jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA.

  • Apa Esensi dari Kurikulum Merdeka?

Dalam Kurikulum Merdeka, pendidikan yang dijalankan berpatokan pada esensi dari belajar di mana setiap anak mempunyai bakat dan minatnya masing-masing. Sehingga tolak ukur yang diterapkan untuk menilai setiap siswa yang mempunyai minat berbeda pun tidak sama.

Dengan kurikulum ini, setiap anak tidak bisa dipaksakan untuk mempelajari sesuatu hal yang tidak disukainya. Hal ini karena tujuan dari Kurikulum Merdeka adalah mengasah bakat dan minat anak sejak dini. Kurikulum ini pun disebut juga dengan Merdeka Belajar.

  • Upaya Perbaikan dalam Implementasi Kurikulum Merdeka

Implementasi Kurikulum Merdeka dapat diterapkan setelah upaya beberapa perbaikan yang ada di sekolah. Banyak hal yang harus dipersiapkan dan kebiasaan baru dalam menerapkan kurikulum ini, mulai dari pihak sekolah, guru, hingga siswa.

Terdapat empat upaya perbaikan yang harus dilakukan baik di lingkungan sekolah dan masyarakat. Hal ini karena keberhasilan IKM tidak hanya membutuhkan dukungan dari sekolah saja, tetapi dari kepemimpinan daerah dan juga lingkungan sekitar. Berikut ini upaya perbaikan yang harus dilakukan.

  1. Melakukan perbaikan pada infrastruktur dan teknologi pendidikan
  2. Memperbaiki kebijakan, pendanaan, prosedur, dan pemberian otonomi lebih fleksibel kepada satuan pendidikan atau sekolah.
  3. Memperbaiki kurikulum, pedagogi, dan asesmen.
  4. Melakukan perbaikan dalam kepemimpinan, masyarakat, dan budaya
  • Implementasi Kurikulum Merdeka sebagai Proses Belajar

Dengan tujuan dan tolak ukur yang digunakan dalam Kurikulum Merdeka membuat sekolah memiliki berbagai pilihan cara implementasi untuk kurikulum ini. Sekolah dapat memilih salah satu cara manapun yang terpenting dapat mencapai tujuan dari Kurikulum Merdeka. Berikut ini pilihan bagaimana IKM di sekolah.

  1. Pilihan Implementasi

Terdapat tiga pilihan cara implementasi Kurikulum Merdeka yang dapat dilakukan oleh pihak sekolah yang disebut dengan Jalur Mandiri, yaitu Mandiri Belajar, Mandiri Berubah, dan Mandiri Berbagi. Berikut ini penjelasannya.

  • 1.1 Mandiri Belajar

Implementasi Mandiri Belajar memberikan kebebasan kepada sekolah saat menerapkan Kurikulum Merdeka hanya beberapa bagian dan prinsip dari Kurikulum Merdeka, tanpa mengganti kurikulum sebelumnya yang sedang dipakai.

Misalnya menerapkan projek penguatan profil pelajar Pancasila sebagai ko-kurikuler atau ekstrakulikuler. Namun, konsekuensi dijadikan ekstrakulikuler atau ko-kurikuler akan menambah jam pelajar.

  • 1.2. Mandiri Berubah

Implementasi Kurikulum Merdeka dengan Mandiri Berubah memberikan keleluasaan kepada sekolah dengan menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan dalam pelaksanaan kurikulum ini.

Cara ini membuat sekolah akan melakukan perbaikan atau menambah perangkat ajar yang diperlukan dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Misalnya, sebelumnya sekolah tidak mempunyai perangkat ajar untuk beberapa bakat dan minat, maka sekolah akan membelinya untuk dapat menerapkan Kurikulum Merdeka.

  • 1.3. Mandiri Berbagi

Pilihan terakhir yaitu Mandiri Berbagi, di mana cara implementasi ini akan memberikan keleluasaan kepada sekolah untuk mengembangkan sendiri berbagai perangkat ajar yang ada sebagai dukungan dalam penerapakan Kurikulum Merdeka.

Berbeda dari Mandiri Berubah yang menggunakan perangkat ajar sesuai dengan yang dianjurkan, Mandiri Berbagi dapat menggunakan perangkat ajar yang sudah ada di sekolah.  Guru bisa dengan bebas mengembangkan sendiri perangkat ajar yang tersedia yang bisa menjadi penunjang penerapan Kurikulum Merdeka.

  1. Implementasi Sesuai Kesiapan

Cara implementasi kedua yaitu berdasarkan kesiapan sekolah. Kurikulum Merdeka akan diterapkan sesuai dengan kesiapan sekolah dengan elemen-elemen yang dimiliki. Kesiapan setiap satuan pendidikan berbeda sehingga proses implementasi yang diterapkan pun berbeda.

Cara kedua ini pun memiliki tiga pendekatan implementasi yang disediakan pemerintah yang bisa dipilih salah satunya oleh satuan pendidikan. Pilihan ini disebut menjadi opsi yang akan memudahkan satuan pendidikan dan membuat mereka merasa lebih aman serta minim risiko untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.

  1. Implementasi Melalui Pembelajaran Konstruktif

Pilihan selanjutnya dalam implementasi Kurikulum Merdeka dapat menggunakan teori belajar konstruktivisme. Menurut teori konstruktif, peserta didik merupakan pelaku aktif dalam pembelajaran yang akan mengkonstruksi pengetahuan mereka melalui interaksi dan pengalaman nyata.

  • Prinsip-prinsip Implementasi Kurikulum Merdeka

Dalam melaksanakan Kurikulum Merdeka di setiap satuan pendidikan terdapat prinsip-prinsip yang dapat menunjang tercapainya implementasi kurikulum. Berikut ini prinsip-prinsip yang digunakan.

  1. Memiliki kesempatan yang sama, yaitu prinsip ini mengutamakan penyediaan tempat dengan memberdayakan semua siswa dan sisiwi secara berkeadilan dan demokratis untuk memiliki keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang baik.
  2. Berpusat pada anak, yaitu adanya upaya memandirikan peserta didik untuk bisa belajar mandiri, bekerja sama dengan orang lain, dan bisa menilai dirinya sendiri.
  3. Kesatuan dalam kebijakan dan keberagaman dalam pelaksanaan, yaitu prinsip ini berupa standar kompetensi disusun oleh pusat, tetapi cara pelaksanaannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan setiap daerah atau masing-masing sekolah.
  4. Pendekatan dan kemitraan, yaitu pengalaman belajar dirancang secara berkesinambungan, mulai dari TK, SD hingga SMA. Pendekatan yang digunakan dalam implementasi Kurikulum Merdeka difokuskan pada kebutuhan peserta didik yang bervariasi dan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu.

Pendekatan ini menuntut sebuah kemitraan dan menjadi tanggung jawab bersama antara satuan pendidikan, pendidik, dan peserta didik, orang tua, masyarakat, bahkan dunia kerja dan industri.

Impelentasi Kurikulum Merdeka di sekolah dapat berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan peserta didik. Bahkan guru memiliki fleksibilitas untuk melakukan pembelajaran terdiferensiasi sesuai dengan kemampuan peserta didik.

t